SELAMAT DATANG

Selamat datang di Blog Darah Daud 303. Semoga Anda menikmati apa yang ada di blog ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amen.

Cari Blog ini

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog DARAH DAUD 303 Memiliki aktivitas antara lain: penelitian, penulisan & konseling

Selasa, 10 November 2020

MENGAPA NEGARA HANYA MENGAKUI 12 NOVEMBER 1991 TETAPI MENGABAIKAN 12 JUNI 1998? (bagian 1)



Catatan ini bukan untuk mencari masalah, tetapi ingin mencari "keadilan". Catatan ini tidak diawali dengan pernyataan, tetapi pertanyaan. "Mengapa negara hanya mengakui 12 November 1991, tetapi mengabaikan 12 Juni 1998? Mungkinkah Timor-Timur berpisah dengan Indonesia pada 1999, jika tidak ada referendum pada 30 Agustus 1999? Mungkinkah ada referendum pada 30 Agustus 1999, jika tidak ada "Sumpah Referendum" pada 12 Juni 1998?" Mungkinkah ada "Sumpah Referendum" pada 12 Juni 1998, jika Soeharto tidak lengser pada 21 Mei 1998? Mungkinkah Soeharto lengser pada 21 Mei 1998, jika tidak ada "Sumpah Ular Kuning" pada 16 Mei 1998? 

Rabu, 04 November 2020

RIBUAN ORANG TERBAKAR DI NERAKA GARA-GARA MENGIKUTI MODE DUNIA


Kemarin, 3 November 2020, saya memposting artikel berjudul: "Untuk membebaskan Jiwa-Jiwa Dari Api Penyucian (Satu Missa Lebih Berkenan Kepada Allah Yang Mahakuasa Dari Pada Kumpulan Ratapan dan Air Mata Seluruh Dunia). Lalu ada sahabat yang mempertanyakan, "kok bisa ya, hanya gara-gara mengikuti mode (fashion) dunia, ribuan orang bisa terbakar di neraka? Jangan-jangan anda hanya mengada-ada untuk menakut-nakuti? Padahal tidak ada pesan seperti itu?

Selasa, 03 November 2020

UNTUK MEMBEBASKAN JIWA-JIWA DARI API PENYUCIAN (SATU MISSA LEBIH BERKENAN KEPADA ALLAH YANG MAHAKUASA DARI PADA KUMPULAN RATAPAN DAN AIR MATA SELURUH DUNIA)

 


Suatu malam, di tahun 1797, setelah Tuan Livingston berpindah dari agama Presbyterian menjadi Katolik selama beberapa minggu, Tuan Livingston melihat cahaya yang menyilaukan di salah satu sudut kamarnya, dan dalam sekejap, seluruh rumah dipenuhi dengan cahaya yang menyilaukan. Kemudian orang tua itu mulai mendengar Suara misterius, yang memerintahkannya untuk segera pergi ke gereja, melakukan pengakuan dosa dan menghadiri Perayaan Ekaristi. Ini hanyalah kunjungan yang pertama dari keseluruhan rangkaian kunjungan selama 17 tahun disertai dengaan pelajaran yang sering diberikan oleh Suara misteirus tersebut, yang secara keseluruhan merupakan elemen yang jauh lebih penting dalam cerita kali ini.