SELAMAT DATANG

Selamat datang di Blog Darah Daud 303. Semoga Anda menikmati apa yang ada di blog ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amen.

Cari Blog ini

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog DARAH DAUD 303 Memiliki aktivitas antara lain: penelitian, penulisan & konseling

Sabtu, 20 Februari 2021

KEPATUHAN MANUSIA TERHADAP PERINTAH BERHALA MANIFESTASI DARI PENOLAKAN MANUSIA TERHADAP PERINTAH ALLAH


Hari ini, 20 Februari 2021. Tepat pada 27 tahun lalu, 20 Februari 1994 (Minggu), saya dibawa Malaikat menuju sebuah lapangan yang sangat luas. Saya dibawa ke sana, menggunakan mobil super mewah. Saat mendekati lapangan tersebut, saya melihat lautan manusia sudah berkumpul. Di hadapan lautan manusia itu, saya melihat ada sekumpulan orang yang berada dalam satu barisan. Mereka mengenakan jubah kebesaran. Setelah semakin dekat, baru saya bisa identifikasi, rupanya mereka adalah "para paus". Karena itulah, dalam tulisan-tulisan saya sebelumnya, saya menamakan barisan itu dengan sebutan  "barisan para paus".

MENOLAK SANTA PERAWAN MARIA? KAMU ADALAH ANTI KRISTUS...!

Kamis, 11 Februari 2021

PT

MISTERI PENEMBAKAN PRESIDEN RAMOS HORTA PADA 11 FEBRUARI 2008 (Todongan Prof. Rama Metan Pada 29 Juni 2006)


Pengantar Singkat;

Pada tanggal 29 Juni 2018 kemarin, saya sengaja memposting kisah penampakan Bunda Suci Perawan Maria di Lourdes Perancis. Lalu sejumlah sahabat bertanya; “Kenapa harus memposting kejadian penampakan Lourdes pada 29 Juni? Padahal perayaan penampakan Bunda Maria di Lourdes biasa dilakukan pada 11 Februari?” Jawabannya ada dalam kisa berikut ini;
TODONGAN PROF. RAMA METAN PADA 29 JUNI 2006.
Tragedi beradarah 2006 diwarnai dengan mundurnya sekitar 600-an Anggota F-FDTL (Angkatan Pertahanan Timor Leste) dari dinas ketentaraan. Alasan pengundura diri terebut, konon, adanya perlakukan diskriminatif disertai ucapan-ucapan yang berbau primordialis(me) dari sejumlah petinggi militer (F-FTT), terhadap prajurit yang berasal dari "Loromonu" (Timor Leste bagian barat). Sementara pada sisi yang lain, banyak yang memberi stigma kepada ratusan Anggota F-FDTL Loromonu yang meninggalkan barak militer, sebagai tindakan indisipliner (melakukan desersi).