SELAMAT DATANG
Cari Blog ini
Halaman
DARAH DAUD-303
Senin, 09 Maret 2026
Selasa, 03 Februari 2026
Minggu, 01 Februari 2026
WAJIB HUKUMNYA HARUS MENULIS BUKU RAJA ASA II
Akhirnya ISBN Buku Raja Asa I telah diterbitkan Perpusnas RI pada tanggal 23 Januari 2026. Nomor ISBN-nya adalah: 978-634-7542-14-4. Saya menerima notifikasi mengenai nomor ISBN pada tanggal 23 Januari 2026, tepat satu bulan setelah kejdian aneh di Kampus UNPAZ, 23 Desember 2025, di mana banyak rahasia diperlihatkan TUHAN kepada saya, selama 10 jam saya berada di Kampus UNPAZ.
Salah satu simbol penting yang diperlihatkan TUHAN adalah Bilangan 700 (tujuh ratus), yang melambangkan 700 isteri berstatus bangsawan yang dinikahi Raja Salamo, sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci. Raja Salomo memiliki seribu isteri, yang terdiri dari 700 isteri bersattus bangsawan, dan 300 gundik.
Berdasarkan kejadian aneh yang terjadi di Kampus UNPAZ pada tanggal 25 Desember 2025, di mana muncul angka 700, sebagaimana dapat Anda baca pada artikel edisi 1 Januari 2026, maka wajib hukumnya, saya harus melanjutkan menulis buku Raja Asa II, dikarenakan nilai numerik Gematria (hasil konversi) ISBN buku Raja Asa I, menghasilkan Bilangan 700.
Nomor ISBN buku Raja Asa I, dengan nilai Gematria 700, merujuk kepada dua referensi, yaitu:
1. Bahwa Raja Asa yang saya maksudkan dalam Buku Raja Asa I, maupun Raja Asa II yang akan terbit beberapa bulan mendatang, merujuk kepada Raja Asa yang merupakan anak dari Raja Abia, dengan leluhurnya adalah Raja Rehabeam, atau eyang butuynya adalah Raja Salomo. ANgka 700 (tujuh ratus) yang merupakan nilai numerikd ari ISBN 978-634-7542-14-4, merujuk kepada apa yang tertulis di dalam Kitab 1 Raja-raja 3:11, di mana tertulis bahwa Isteri Salomo yang berstatus bangsawan, jumlahnya "tujuh ratus" (700), ditambah 300 gundik.
2. Munculnya bilangan 700 pada hasil konversi Buku Raja Asa I, membawa pesan yang berhubungan erat dengan uang $700 (tujuh ratus dolar) yang saya terima dari Bagian Keuangan Universidade da Paz (UNPAZ), pada tanggal 6 November 2019, di mana uang $700 tersebut saya gunakan untuk melakukan studi banding ke Bali. Sebagaimaha sudah beberapa kali saya tuliskan di sejumlah artikel saya sebelumnya bahwa dari uang $700 tersebut, sebesar $362 (tiga ratus enam puluh dua dolar), saya serahkan kepada "Manusia Perjanjian" (176) yang tinggal di Mataram NTB, pada tanggal 7 November 2019.
Sisa dari uang $700 terssebut sebesar $43 (empat puluh tiga dolar), saya kembalikan ke Otoritas Keuangan UNPAZ untuk ditabung bersama $766 (tujuh ratus enam puluh enam dolar), di Bank Mandiri, pada tanggal 4 Desember 2019. Pada hari itu, 4 Desmeber 2019, saat masih berada di New Delhi India, saya memberikan pesan kepada Otoritas UNAPZ untuk harus membuka Rekening di Bank Mandiri Cabang Dili, dengan nominal dana sebesar $809 (delapan ratus sembilan dolar). Dana sebesar $809 ini terdiri dari $766 (tujuh ratus enam puluh ebam dolar) dan $43 (empat puluh tiga dolar) yang saya bawa kembali dari Mataram NTB. Saya sudah beberapa kali membahsa makna dari angka 809 bersama 766 dan 43. sebelum ini.
DIJUAL DENGAN HARGA $20
Banyak sahabat yang sudah mendaftar untuk membeli buku Raja Asa I. Berhubung ISBN sudah diterbitkan maka kepada para sahabat yang ingin membeli buku Raja Asa I, boleh mentransfer dananya lewat Bank BNCTL dengan nomor rekening berlambang "Meja Ibrani (777). Nomor rekeningnya adalah: 02600526431318, atas nama: "Antoninho Benjamin M.M.G. do Rego Galaciano".
Pilihan lainnya, jika tidak bisa ditransfer melalui nomor rekening di atas, Anda bisa langsung mengantarnya ke Kampus UNPAZ, Jl. Osindo I Manleuana Dili, pada setiap hari kerja. Untuk edisi pertama ini, buku yang dicetak hanya berjumlah 30 exemplar. Saya berharap, teman-teman yang memesan jumlahnya tidak melebihi 30 orang. Harga per exemplar hanya $20 (dua puluh dolar).
SINOPSIS BUKU RAJA ASA I:
Buku berjudul Raja Asa, dengan sub judul: "Pewaris Tahta Daud dan Janji Tuhan", yang diterbitkan oleh Greenbook Publishing, merupakan sebuah
perenungan teologis yang mengangkat tema kepemimpinan, iman, dan kesetiaan
dalam terang perjanjian Allah. Melalui kisah Raja Asa—salah satu raja Yehuda
yang menunjukkan kesetiaan pada masa awal pemerintahannya—buku ini mengajak
pembaca menyelami dinamika batin seorang pemimpin yang berjalan bersama Tuhan,
bergumul dengan kepercayaan diri, dan akhirnya harus menghadapi konsekuensi
rohani dari setiap pilihannya. Asa tidak sekadar dihadirkan sebagai tokoh sejarah
Alkitab, melainkan sebagai cermin bagi setiap pemimpin, bangsa, dan orang
percaya yang hidup di tengah tarik-menarik antara iman dan godaan kekuasaan.
Dengan pendekatan reflektif dan teologis, penulis menelusuri
bagaimana perjanjian Allah kepada Daud tidak berhenti pada satu generasi,
melainkan terus mengalir sebagai janji ilahi yang hidup dalam sejarah manusia.
Kemenangan, kegagalan, doa, dan penderitaan Asa dibaca sebagai tanda bahwa
karya Tuhan tidak selalu dinyatakan melalui kekuatan, tetapi juga melalui
kelemahan dan keterbatasan manusia.
Buku ini mengajak pembaca menggali teks Kitab Suci dan
menghubungkannya dengan refleksi kontemporer mengenai kepemimpinan, iman,
penderitaan, serta kesetiaan kepada Allah. Di dalamnya tersimpan
pertanyaan-pertanyaan mendalam tentang bagaimana seorang pemimpin dan sebuah
bangsa dapat tetap hidup di bawah kehendak Tuhan di tengah perubahan zaman.
Karya ini bukan sebuah polemik, apalagi propaganda politik, melainkan sebuah
undangan untuk membaca sejarah dalam terang iman.
Raja Asa menjadi bacaan reflektif bagi siapa pun yang ingin
memahami bahwa di balik kegagalan dan kerapuhan manusia, kesetiaan Tuhan tetap
teguh. Tahta sejati tidak semata-mata berdiri di istana, melainkan bertumbuh di
dalam hati yang takut akan Tuhan.

