SELAMAT DATANG

Selamat datang di Blog Darah Daud 303. Semoga Anda menikmati apa yang ada di blog ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amen.

Cari Blog ini

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Blog DARAH DAUD 303 Memiliki aktivitas antara lain: penelitian, penulisan & konseling

Jumat, 09 Desember 2016

INVASI BERDARAH TNI ATAS WILAYAH TIMOR PORTUGIS




Pengantar Singkat;

Artikel di bawah ini sudah pernah diterbitkan di laman Face Book saya (Antoninho Benjamim Monteiro), tanggal 4 Desember 2014. Saya sengaja menerbitkannya kembali di sini dalam rangka mengenang 41 tahun "Invasi Berdarah" TNI atas wailayah "Timor Portugis" dan sekaligus sebagai "pengganti" seri kedua artikel berjudul; KESAKSIAN MEMILUKAN ANGGOTA KOPASSANDHA ASAL BALI YANG DITERJUNKAN DI BAUCAU 8 DESEMBER 1975, yang sejatinya akan diterbitkan hari ini, namun karena satu dan lain hal, untuk sementara belum bisa diterbitkan ("dipending" dulu).

Kamis, 08 Desember 2016

KESAKSIAN MEMILUKAN ANGGOTA KOPASSANDHA ASAL BALI YANG DITERJUNKAN DI KOTA BAUCAU 8 DESEMBER 1975 (bagian: 1)

Pengantar Singkat;
Dalam buku berjudul "De Oratore" (Tentang Ucapan), Marcus Tullius Cicero (filsuf, pemikir, orator dan ahli politik) asli Italia, berkata;
=========================
"Historia vero testis temporum, lux veritatis, vitae memoria, magistra vitae, nuntia vetutastis" (Bahasa Latin yang artinya; Sejarah adalah saksi jaman, cahaya kebenaran, kenangan akan hidup, guru kehidupan, dan pesan dari masa lalu).
=========================

Pertempuran Sengit & Berdarah Di Dili, Kopassus Vs Tropaz


7 Desember 1975, TNI menggelar operasi lintas udara terbesar untuk menguasai Kota Dili, Timor Portugal. Jumlah pasukan yang diterjunkan 270 orang Prajurit Para Komando dari Grup I Kopasandha (kini Kopassus TNI AD) dan 285 prajurit Yonif 501.

Senin, 05 Desember 2016

OPERASI SEROJA ( 35 RIBU TNI GUGUR DAN 9 RIBU FALINTIL GUGUR)

SEBELUM PENYERBUAN KE DILI (AS: "Jangan Gunakan Alutsista Kami")


Tanggal 5 Desember 1975, Presiden Soeharto menerima kunjungan Presiden Amerika Serikat Gerald Ford. Salah satu yang mendapat pembahasan utama adalah kekalahan AS dalam perang Vietnam.

Saat itu dunia meyakini adanya ‘efek domino’. Jika satu negara non-komunis jatuh ke tangan komunis, maka negara di sekitarnya akan ikut pula menjadi komunis. Hal ini terbukti setelah Vietnam, Kamboja pun jatuh ke tangan Khmer Merah.