Halaman

Kamis, 31 Desember 2020

MEMORIA INESKESIVEL 31 DEZEMBRU 1985 (Quiz Berhadiah 21 Dolar Ba Estudantes)

 

Iha 31 Dezembru 1985, tamba deit atu dansa ho doben iha Atsabe hodi simu tinan foun (1986), tuku 9 dader, hau sai husi Dili, sa'e truck ba tun iha "Simpang Tiga" Ermera. Bolu Simpang Tiga, tamba iha kruzamentu 3: 
 
1. Ba Dili
2. Ba Ermera Kota Lama.
3. Ba Letefoho-Atsabe. 
 
Sai husi Dili, ho konviksaun ida katak, pasti iha transporte husi Simpang Tiga ba Atsabe. Sa-tan atu simu tinan foun, konserteza ema viazen barak. 
 
Mas saida mak akontese? To'o Simpang Tiga, tuku 11. Truck hatun hela hau, truck tama ba Ermera Kota Lama. Hau hein karreta atu ba Atsabe. Mas hein ba hein, hein ba hein, karreta atu ba Atsabe laiha. Jangankan ba Atsabe, ba deit Letefoho mos laiha. Hein to'o tuku 5 lorokraik, nein

Pandemi COVID-19 Memicu Munculnya Kecemasan dan Depresi

Pandemi COVID-19 Memicu Munculnya Kecemasan dan Depresi: Pandemi COVID-19 memunculkan intensitas berbagai gangguan psikologis. Perubahan pola kehidupan selama pandemi COVID-19, memicu munculnya kecemasan dan depresi....

8 Pertanyaan Seputar Mutasi Virus Corona di Inggris dan Jawabannya

8 Pertanyaan Seputar Mutasi Virus Corona di Inggris dan Jawabannya: Strain baru virus Corona yang menakutkan, strain B.1.1.7, menghantam Inggris. Mutasi mendorong pemerintah setempat memperketat penguncian di wilayah Inggris. Strain...

Jumat, 18 Desember 2020

UMA LISAN IDA NARAN "SURA-UBU" IHA KA LAE? (Mensajen Importante Enkamiña Ba PDS/Partidu Desenvolvimentu Sosial/is)

A. Prefásiu
 
Artigu ida ne'e, espesialmente, hau enkamiña lós deit ba hau nia belun diak nain rua (ida Ministru, ida fali Assesor) ne'ebe agora dadaun ne'e involve iha GOI ho PDS (Partidu Desenvolvimentu Sosial/is) ninia membrus tomak. Mas infelizmente, sira nain rua nia naran, hau labele mensiona iha artigu ne'e.
Entretantu, hau la dedika artigu ida ne'e ba parte seluk. Parte sira ne'ebe la halo parte iha PDS, bele lé artigu ida ne'e, mas karik iha liafuan ruma la monu ba imi nia laran, labele senti ofendidu, labele fuan taridu, labele nervus sa'e, to'o adrenalin nakalin hodi fakar sai ba sirkulasaun sistemik.

MENSAJEN ESPESIAL BA CNRT ("Maun Bot Xanana Nia Abut Mai Husi Ne'ebe?")

 

Man purpose. God disposes.
Ita emar bele planeia buat hotu, maibe so Nai Maromak mesak deit mak bele deside.  Tuir lolos ne'e ohin kalan, hau atu kuntinua posting kuntinuasaun artigu ho titulu: "Catatan Di Luar Nalar". Mas komu ohin tuku 4 lorokraik, teki-teki mosu sinal iha edifisiu Ceepaz, ho simbolu "X" hanesan fotografia hau anexu iha ne'e, entaun kuntinuasaun artigu refere, hau kansela tiha fali, aban mak kuntinua.

 
Atraves artigu badak ida ne'e, ho hakraik aan, hau hato'o mensajen importante ba Quadros CNRT sira, atu hanoin seriu, seriu i seriu, kona-ba Maun Bot Kayrala Xanana Gusmao nia huun ho abut (orijen), relasiona ho sinais (X) ne'ebe mosu iha edifisiu Ceepaz ohin lorokraik tuku 4.
Pergunta fundamentais mak ne'e: 
 
"Kayrala Xanana nia huun ho abut mai husi ne'ebe?" Quadros CNRT sira labele resposta fali nune'e: "Xanana ema Manatuto, nia Pai naran Manuel Gusmao, nia moris iha dia 20 de Junho de 1946. Nia mak Comandante Supremo Libertasaun Nasional. Nia mak Comandante em Chefe das Falintil". Resposta simples hanesan ne'e, labarik kiik TK-SD oan sira mos hatene. Buka oinsa hodi fo resposta seluk. 

CATATAN DI LUAR NALAR (Civitas Akademika Unpaz Tenki Reza Barak) 1


Iha 12 Dezembru 2020, pur volta de 3 oras madrugada hau hetan mehi estranho. Katuas fuk mutin ida, hatais mutin hotu, mosu mai dehan nune: 
 
"O atu ba tuir Yudisium, O tenki hatais faru ida lori mai husi Englatera, ho kalsa simbolu Riku Soin Salomao. Hatais mos jas no gravata ida nee (Katuas koalia sambil hatudu sasan sira Nia temi nee)".
Depois Katuas dehan tan: 

KENANGAN BERSAMA MBAK YENI ROSA DAMAYANTI DI MARKAS BESAR PMKRI JAKARTA PASCA DEMO DEPLU 12 JUNI 1998


Berkaitan dengan Surat Keputusan Rektor Unpaz (Universidade da Paz), nomor referensi: 112/Reitor/Unpaz/XII/2020, tertanggal 5 Desember 2020, di mana, saya ditugaskan untuk menulis buku Biografi Prof. Dr. Lucas da Costa, SE., MSi, maka tiga hari lalu, saya mengumumkan daftar nama dari sejumlah calon narasumber, yang menurut saya, bisa memberikan kesaksian mereka mengenai Prof. Lucas, rektor pertama Unpaz, yang meninggal pada 5 September 2019, di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares, Dili, pasca menjalani dua kali Operasi Laparatomy (operasi pertama dilakukan pada 27 Agustus 2019 dan operasi kedua, dilakukan pada 4 September 2019).
 
Dalam artikel yang memuat daftar termaksud (sayangnya saya menggunakan bahasa Tetun, sehingga rekan-rekan di Indonesia yang tidak mengerti bahasa Tetun, tidak bisa memahami artikel tersebut), tidak ada satupun nama perempuan di sana. Bukan karena saya pilih kasih atau pilih kisah. Tapi karena saya belum tahu persis, siapakah, Kaum Hawa, yang layak masuk daftar? Karena itulah di bagian akhir daftar tersebut, saya menitipkan pesan di sana, agar rekan-rekan mengusulkan

PROFESSOR RAMA METAN: "Mutiara Hitam Dari Timur" (1)

 

Pada tanggal 5 Desember 2020, secara resmi, Rektor Unpaz (Universidade da Paz), Dr. Adolmando Soares Amaral,Lic. Eco.,M.M., mengeluarkan "depacho" (Surat Keputusan), dengan nomor referensi: 112/REITOR/UNPAZ/XII/2020, yang isinya, menugaskan saya (Antoninho Benjamin Monteiro, dalam kapasitas saya sebagai Direktur Ceepaz/Centro Estudo Estratégico da Paz), untuk menulis buku Biografi Prof. Dr. Lucas da Costa,SE.,MSi (mantan Rektor Unpaz, yang meninggal pada 5 Sepember 2019, di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares Dili, setelah 2X menjalani Operasi Laparatomi).

Isi "despacho" tersebut, bisa Anda baca pada foto terlampir. 
 
Akhirnya, setelah mempertimbangkan sejumlah aspek, saya menerima keputusan ini, karena kegiatan "Writing" and "Publishing" termasuk bagian integral dari "Annual Action Plan Ceepaz". Berkaitan dengan isu di atas, maka saya telah menyusun rencana unuk melakukan wawancara khusus dengan beberapa narasumber yang pernah bersama, dan atau mengenal Prof. Lucas semasa hidupnya. Di antara narasumber termaksud, ada sejumlah nama penting yang menurut saya layak diwawancarai, antara lain; 

Minggu, 06 Desember 2020

Janji Mayjen Benny Moerdani pada AS sebelum TNI gempur Dili

 

Merdeka.com - 6 Desember 1975, Presiden Soeharto menerima kunjungan Presiden Amerika Serikat Gerald Ford. Salah satu yang mendapat pembahasan utama adalah kekalahan AS dalam perang Vietnam.

Saat itu dunia meyakini adanya 'efek domino'. Jika satu negara non-komunis jatuh ke tangan komunis, maka negara di sekitarnya akan ikut pula menjadi komunis. Hal ini terbukti setelah Vietnam, Kamboja pun jatuh ke tangan Khmer Merah.

Presiden Soeharto memaparkan kondisi di Timor Portugal. Sejumlah partai kiri menguasai negara bekas jajahan Portugis tersebut. Indonesia mengisyaratkan akan menggunakan kekuatan militer untuk mencegah negara itu jatuh ke tangan komunis dan menjadi pangkalan Uni Soviet di Asia Tenggara.

Rabu, 02 Desember 2020

MENGAPA ANDA MELETAKKAN ANGKA 212 DI BAWAH KAKI TUHAN? APAKAH ANDA MENYINDIR PA 212?

 

Kemarin, 1 Desember 2020, saya memposting artikel berjudul: "Revolusi Kuning Adalah Sebuah Keniscayaan" (di laman facebook saya). Dalam artikel tersebut saya lampirkan 4 foto. Salah satunya adalah foto yang saya lampirkan kembali dalam artikel ini. Lalu ada sahabat bertanya begini; "Mengapa anda meletakkan angka 212 di bawah Kaki Tuhan? Apakah anda menyindir Perkumpulan Alumni 212?"

Berikut tanggapan saya; 
 
Dalam gambar Tuhan, sebagaimana terlampir, ada sejumlah aksara, di mana sayalah yang menuliskannya di sana. Foto tersebut, saya mendapatkannya dari internet. Tapi sejumlah aksara di dalamnya, yang terdiri dari: Hakim Agung Akhir Jaman, 212, Cawan Majapahit dan 7733103170, saya yang membubuhkannya. 
 
Ada 4 alasan, mengapa saya dengan sengaja meletakkan angka 212 di bawah kaki Tuhan, yaitu;

REVOLUSI KUNING ADALAH SEBUAH KENISCAYAAN (Karena Bilangan Tidak Pernah Membohongi Manusia)

 

Coba Anda perhatikan 4 gambar dalam catatan ini. Orang bijak bilang, satu gambar mewakili seribu kata. Berarti 4 gambar terlampir, mewakili empat ribu kata. Dan jika empat ribu kata itu direduksi ke dalam kesimpulan, maka kesimpulannya hanya terdiri dari dua kalimat berikut; 

 
1). Revolusi Kuning adalah sebuah keniscayaan.
2). Karena bilangan tidak pernah membohongi manusia.
 
MUNCUL LINGKARAN KUNING DI LANTAI
 
Salah satu materi kajian, untuk memastikan akan datangnya "Revolusi Kuning" adalah kejadian aneh berikut ini;
 
Pada tanggal 19 Juli 2019, saya diajak Companheiro Leonito Ribeiro (salah satu kader PD/Partai Demokrat yang saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Unpaz), untuk mengunjungi Kantor Nasional Partai Demokrat yang terletak di Colmera Dili.