Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Senin, 18 Juni 2018

ITALIA TIDAK LOLOS KE RUSIA GARA-GARA EYANG JOYOBOYO MENINGGALKAN WASIAT NOTONOGORO

Hari ini 18 Juni 2018. Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengumumumkan "thema sentral" yang sekaligus saya jadikan sebagai "thesis" untuk Piala Dunia 2018, yang berlangsung di Rusia.
Thesis tersebut adalah; "1192161031".





==================================
Prof. Lucas da Costa saya jadikan sebagai "steganos"
==================================
Dalam foto terlampir, saya sengaja menempatkan bilangan: 1192161031. Tapi jangan gunakan untuk main SDSB.


Dalam foto terlampir, terlihat 7 orang ada di dalamnya. Ke-7 orang tersebut, melambangkan 7 negara yang suda pernah menjuarai Piala Dunia sebelumnya, yang saat ini tampil di Piala Dunia 2018 di Rusia. Tanpa Italia yang telah juara 4X.

(1). England (1X)
(2). France (1X)
(3). Spain (1X)
(4). Uruguay (2X)
(5). Argentina (2X)
(6). Brazil (5X)
(7). Germany (4X)

Foto terlampir, yang dibuat pada tanggal 17 Juni 2017 di rumah Prof. Rama Metan (Raihun Dili Timor Leste), memvisualisasikan pertemuan Kader PD (Partai Demokrat), dengan Rektor Unipaz, Prof. Rama Metan.
Sebagaimana diketahui, pada Piala Dunia 2014 di Brazil, ada 4 negara yang berhasil masuk final, yaitu; Argentina, Netherlands, Brazil dan Germany.

Di semi final, Argentina mengalahkan Netherlands melalui drama adu penalti dengan skor 4:2. Bilangan 42 adalah simbol "Cawan.

Sementara laga semi final lainnya, Germany, tanpa ampun, membantai tuan ruma Brazil dengan skor telak 7:1. Ini merupakan kekalahan terburuk Brazil di ajang Piala Dunia.

Parahnya lagi, kekalaan terburuk itu, harus dialami Brazil, saat Brazil bertindak sebagai tuan rumah.
Bayangkan, betapa terlukanya hati rakyat Brazil, melihat timnasnya dibantai di hadapan mereka. Saat itu jutaan rakyat Brazil menangis tersedu-sedu.

Saat itu, begitu ada kepastian bahwa yang berhasil lolos ke partai puncak adalah Germany & Argentina, inboxku, emailku, telfonku, penuh dengan pertanyaan dari berbagai penjuru.

"Bro Rama Cristo...!!! Siapakah yang akan keluar sebagai juara?"

Saat itu saya munculkan sejumlah steganos untuk memastikan segala sesuatunya.
Sejumlah "steganos" yang saya munculkan, sebelum laga final berlangsung adalah sebagai-berikut;

Steganos pertama; LUCAS DA COSTA

Saat itu melalui artikel berjudul; JUARA PIALA DUNIA 2014 MELAMBANGKAN SUKU GALILEA DI TIMOR LESTE.

Melalui artikel tersebut, saya menuliskan pernyataan (afirmasi) bahwa; "juara Piala Dunia 2014 di Brazil adalah negara yang melambangkan nama lengkap Rektor Unpaz.

Ketika (2014) saya belum menuliskan akronim Unpaz dengan akronim baru: Unipaz.
Penggunaan akronim baru (Unipaz) baru dimulai setelah kejadian aneh munculnya ASAP PUTIH di Kampus Unipaz pada 25 Februari 2017.

Begitu steganos tersebut muncul, mereka (face bookers) yang tahu persis nama lengkap Rektor Unipaz, langsung menebak bahwa yang akan menjuarai Piala Dunia 2014 adalah; GERMANY.

Karena nama lengkap Rektor Unpaz adalah LUCAS DA COSTA. Nama ini hanya "matching" (cocok) dengan nama GERMANY, di mana kedua-duanya memiliki kesamaan DNA bilangan (563).

Jika kita konversikan nama LUCAS DA COSTA dan nama GERMANY dengan menggunakan sistim konversi "Gematria Yahudi", maka antara nama LUCAS DA COSTA dan nama GERMANY, akan sama-sama menghasilkan angka; 563.

LUCAS DA COSTA = 563.
GERMANY = 563.


Anda bisa menggunakan tabel bilangan "Gematria Yahudi" yang saya lampirkan dalam catatan ini, untuk membuktikan.










Steganos kedua

Karena tidak semua orang yang membaca artikel saya saat itu, tahu nama lengkap Rektor Unpaz, maka saya menuliskan artikel berjudul; "JUARA PIALA DUNIA 2014 MELAMBANGKAN ADANYA "SUKU GALILEA" di TIMOR LESTE".

Nah, coba Anda konversikan frasa "SUKU GALILEA" ke dalam bilangan Gematria Yahudi. Pasti hasilnya = 563.

Dengan menampilkan nama LUCAS DA COSTA dan frasa SUKU GALILEA, maka sudah ada 2 steganos yang mengarah ke GERMANY.

Tidak mungkin 2 (steganos) ini mengarah ke ARGENTINA. Karena nama ARGENTINA jika dikonversikan ke dalam Bilangan Gematria Yahudi, tidak memperlihatkan kesamaan DNA dengan nama LUCAS DA COSTA dan juga frasa SUKU GALILEA.

Coba Anda konversikan nama ARGENTINA ke dalam Bilangan Gematria Yahudi. Hasilnya = 283. Bukan 563.

ADA HUBUNGAN CAUSALITAS ANTARA THESIS DI PIALA DUNIA 2014 DI BRAZIL DENGAN THESIS PIALA DUNIA 2018 DI RUSIA

Berhubung di Piala Dunia 2014, saya telah menggunakan ID(entitas) Prof. Lucas Da Costa sebagai steganos (kode), maka atas dasar itulah, dalam rangka memastikan siapakah yang akan menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia, saya sengaja menampilkan kembali segala sesuatunya yang berhubungan erat dengan keseluruhan eksistensi Prof. Lucas Da Costa.

Karena itulah pada kesempatan ini, saya lampirkan foto yang mendokumentasikan pertemuan Kader PD dengan Rektor Unipaz, Prof. Lucas Da Costa, di mana pertemuan tersebut berlangsung pada 17 Juni 2017, dan ke dalam foto yang memvisualisasikan pertemuan tersebut, saya dengan sengaja membubuhkan 10 digit bilangan: 1192161031.

Sekiranya rekan-rekan facebookers masih bingung dengan makna 10 digit bilangan tersebut, tidak usah khawatir.

Dua hari lagi, tepatnya pada tanggal 20 Juni 2018, bertepatan dengan hari lahir RENETIL yang ke-30 (20 Juni 1988 - 20 Juni 2018), atau hari ulang tahun Pak Xanana yang ke-72 (20 Juni 1946 - 20 Juni 2018), saya akan mentransformasikan, alias mentranskonfigurasikan alias mentrans-signifikasikan ke-10 digit bilangan di atas ke dalam penggalan kalimat yang terdiri dari 8 kata, di mana dari 8 kata tersebut, ada kata-kata: BATSYEBA dan PUTERI WANDAN KUNING.

"Apakah ada di antara Anda yang kenal dengan dua wanita ini: Batsyeba dan Puteri Wandan Kuning?" Kali-kali aja ada tetangga Anda yang bernama Batsyeba dan Puteri Wandan Kuning.

BELUM ADA DALAM SEJARAH PIALA DUNIA

Piala Dunia 2014 berlangsung di Tanah Amerika Latin (Brazil). Sebelum laga partai final berlangsung, banyak orang, termasuk para pengamat sepak bola, berkomentar begini:

"Terlalu sulit bagi GERMANY untuk mengalahkan ARGENTINA, karena sepanjang sejarah (20X) penyelenggaraan Piala Dunia, jika Piala Dunia diselenggarakan di Tanah Amerika Latin, yang selalu keluar sebagai juara adalah negara dari Amerika Latin".

Berdasarkan catatan sejarah, selama 7X penyelenggaraan Piala Dunia di Tanah Amerika (Latin), negara yang selalu muncul sebagai juara adalah negara dari Amerika Latin.

Salah satu pimpinan FFTL (PSSI-nya Timor Leste), karena begitu yakin pada "tradisi lama" bahwa tidak mungkin ada negara Eropa mampu juara di Tanah Amerika Latin, pasang taruhan puluhan ribu dolar Amerika, mendukung Argentina.

Tapi akhirnya; "Loma naa sia habe bada". Osa naa go enu bia. Germany gode temaa. Cumaa mane nua pa osa ta kili".

Maka begitu saya memberikan steganos (kode) untuk memastikan bahwa GERMANY akan mengalahkan ARGENTINA, banyak orang merasa "skeptis" (ragu).

Bahkan ada "haters" yang tertawa terbahak-bahak, sambil berkata; "Dasar orang gila. Emangnya kamu pikir Leonel Mesi itu datang ke Brazil untuk jual TAIS produk Atsabe?"

Karena jika GERMANY benar-benar mampu mengalahkan ARGENTINA di Tanah Amerika Latin, maka ini adalah "sejarah baru" yang untuk pertama kalinya tercipta.

Pada dasarnya, keyakinan mereka tidak bisa disalahkan karena mereka berpegang pada tradisi lama, di mana setiap kali penyelenggaraan Piala Dunia berlangsung di Tanah Amerika (yang telah berlangsung 7X), selalu negara dari Amerika Latin yang muncul sebagai juaranya.

Coba lihat daftar berikut ini;

(1). Piala Dunia 1930, Uruguay menjadi tuan rumah. Yang keluar sebagai juara adalah Uruguay.
(2). Piala Dunia 1950, Brazil menjadi tuan rumah. Yang keluar sebagai juara adalah Uruguay.
(3). Piala Dunia 1962, Chile menjadi tuan rumah. Yang keluar sebagai juara adalah Brazil.
(4). Piala Dunia 1970, Mexico menjadi tuan rumah. Yang keluar sebagai juara adalah Brazil.
(5). Piala Dunia 1978, Argentina menjadi tuan. Yang keluar sebagai juara adalah Argentina.
(6). Piala Dunia 1986, Mexico menjadi tuan rumah. Yang keluar sebagai juara adalah Argentina.
(7). Piala Dunia 1994, USA menjadi tuan rumah. Yang keluar sebagai tuan rumah adalah Brazil.

Berdasarkan data dan fakta (empiris) di atas, maka pantaslah jika petinggi FFTL di Timor Leste, tidak ragu untuk "gambling", pasang taruhan hingga puluhan ribu dolar Amerika.

Demikian pula, atas dasar itu pula, para haters tertawa terbahak-bahak ketika saya mengeluarkan steganos untuk memastikan bahwa GERMANY akan mengalahkan Argentina di final Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Tanah Amerika.

"Tapi ternyata apa yang terjadi?"

Gocekan Mario Gotze melahirkan gol semata wayang, yang kemudian menguburkan asa "The Messiah" dan colega untuk mengukir catatan indah di Tanah Amerika Latin. Dan terpatahkanlah "tradisi lama", serta terukirlah "sejarah baru", bahwa ternyata ada negara Eropa yang mampu menjuarai Piala Dunia di Tanah Amerika Latin.

"Lalu, atas dasar apa, sejarah baru itu harus terjadi?"

Kita semua boleh menjawabnya berdasarkan "pengetahuan" kita masing-masing. Dan siapa yang mencoba menyalahkan pengetahuan kita, sebaiknya dia mengajukan thesisnya.

Maka berdasarkan pengetahuan saya, tapi bukan berdasarkan opini saya, GERMANY harus mengalahkan ARGENTINA di Tanah Amerika Latin dalam Piala Dunia 2014, karena sejumlah alasan. Satu di antara alasan itu adalah; karena di Pulau TIMOR, benar-benar ada SUKU GALILEA.

Jika tidak ada SUKU GALILEA di Pulau TIMOR, maka ALLAH pasti akan melakukan intervensi untuk menggugurkan thesisku tentang adanya SUKU GALILEA di Pulau TIMOR, agar dengan demikian thesisku tidak membawa "kesesatan" bagi banyak orang.



Sama halnya saya hendak mengatakan; melalui produk Piala Dunia edisi ke 20 di Brazil, ALLAH menyampaikan pesanNya bahwa di Timor Leste benar-benar ada SUKU GALILEA.

"Lalu menurut Anda, kira-kira negara dari benua manakah yang akan menjuarai Piala Dunia 2018 di Tanah Benua Biru, Rusia? Dari Amerika Latin? Atau dari Benua Biru sendiri?"


Untuk menjawab pertanyaan di atas, silahkan Anda utak-atik 10 digit bilangan: 1192161031. Siapa tahu, ALLAH mengutus MalaikatNya untuk memberitahukan juara Piala Dunia 2018.


Saya ingin mengakhiri catatan kali ini dengan memunculkan pertanyaan (naif) berikut ini;

Melalui (konstruksi kalimat) judul artikel ini, saya dengan sengaja menempatkan kata NOTONOGORO. Menurut Anda, adakah hubungan antara frasa NOTONOGORO dengan kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2018?"

"Jika jawabannya YA, lalu apa hubungan NOTONOGORO dengan Piala Dunia 2018 di Rusia?"


Semoga catatan ini bermanfaat.
Salam erat persaudaraan dari Bukit Sulaiman Bali Indonesia.

TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amen.

Tidak ada komentar: