Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Kamis, 16 Februari 2017

"APAKAH BANGSA JAWA ADALAH BANGSA PILIHAN?"

"Ya-Banana, Ya-Banana, Ya-Banana"

Tanggal 11 Februari 2017, untuk pertama kalinya, melalui artikel berjudul; DOKTER JUGA MANUSIA (seri ke-7), saya memberikan kode (clue) mengenai pemenang Pilkada DKI 15 Februari 2017.

Kode yang saya berikan adalah; "Ya-Banana, Ya-Banana, Ya-Banana (sengaja ditulis sebanyak 3X). Di bagian catatan kaki artikel tersebut, saya tuliskan begini; kode dari pemenang Pilkada DKI 15 Februari adalah; "Ya-Banana, Ya-Banana, Ya-Banana".


Demikian juga, melalui artikel edisi 13 Februari 2017, berjudul; "155 HARI ANTARA JAKARTA & CAMP DAVID", saya kembali memberikan kode "Ya-Banana, Ya-Banana, Ya-Banana" (sengaja ditulis berulang 3X). Dalam artikel tersebut saya tuliskan begini;

"Saya tidak tahu pasti apkah pilkada akan berlangsung satu putaran. Namun satu hal yang bisa saya pastikan adalah bahwa paslon yang akan memenangkan pemilihan 15 Februari adalah paslon yang memiliki kode; Ya-Banana, Ya-Banana, Ya-Banana".

Banyak sahabat yang bertanya; "Apa yang dimaksud dengan Ya-Banana, Ya-Banana, Ya-Banana?"
BANANA adalah Bahasa Inggris dan juga Bahasa Portugis. Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indoensia, artinya PISANG. Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa TETUN (Bahasa nasional Timor Leste), maka "banana" artinya; "HUDI".

Karena pada Minggu, 20 Februari 1994, TUHAN berbicara dari balik Takhta-Nya menggunakan Bahasa TETUN (sebagaimana sudah berkali-kali saya kisahkan sebelumnya melalui sejumlah artikel), maka saya mengadopsi Bahasa TETUN untuk menjelaskan makna di balik kode; "Ya-Banana, Ya-Banana,Ya-Banana".

Untuk itu kode; Ya-Banana, Ya-Banana, Ya-Banana, jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Tetun, menjadi; Ya-hudi, Ya-hudi, Ya-hudi. Jika kita hilangkan tanda garis (-) di antara frasa "Ya" dan "Hudi", maka terbentuklah frasa; YAHUDI.

Dengan demikian, maka yang saya maksudkan dengan kode; "Ya-Banana, Ya-Banana, Ya-Banana", yang sebenarnya ingin saya katakan adalah; YAHUDI, YAHUDI YAHUDI.

Jika kita konversikan frasa YAHUDI ke dalam bilangan dengan menggunakan sistim konversi "Latin Gematria", maka nilai konversi frasa YAHUDI adalah "68" (Y=25, A=1, H=8, U=21, D=4, I=9).
Dengan demikian maka ketika kita menyebutkan: YAHUDI-YAHUDI-YAHUDI, sama saja dengan kita menyebutkan angka; 68-68-68.

Pertanyaannya kini adalah; "Paslon (pasangan calon) yang manakah yang memiliki kode YAHUDI-YAHUDI-YAHUDI alias 68-68-68? Apakah paslon 1, 2 atau 3?"

Satu-satunya paslon yang memiliki kode; YAHUDI-YAHUDI-YAHUDI alias 68-68-68 adalah; "Paslon 2". Bagaimana cara membuktikannya?

Coba kita tuliskan nama lengkap Cawagub paslon 2. Secara leteral cara menuliskannya adalah; DJAROT SAIFUL HIDAYAT, lalu konversikan semua huruf dalam 3 nama tersebut ke dalam bilangan menggunakan sistim konversi Latin Gematria. Hasilnya DJAROT=68, SAIFUL=68, HIDAYAT=68.

Dengan demikian maka nama; DJAROT SAIFUL HIDAYAT, secara numerik, sejatinya equivalen (paralel) dengan frasa; YAHUDI-YAHUDI-YAHUDI.

Tiba di titik ini saya ingin sekali memunculkan sebuah "hipothesa";

"Karena Pak Djarot adalah orang asli "JAWA" (jika saya tidak salah), maka "hipothesa" saya adalah; secara etimologis, "akar kata" dari "frasa JAWA" itu, sejatinya berasal dari frasa JEWS" (JEWISH) yang artinya YAHUDI?

Asumsikanlah "hipothesa" ini benar, maka "Orang JAWA" itu tidak lain dan tidak bukan adalah bagian integral dari "Orang YAHUDI".

Karena "Orang JAWA" adalah "Orang YAHUDI", dan karena "Orang YAHUDI" adalah "BANGSA PILIHAN", maka itu artinya; "BANGSA JAWA" juga adalah BANGSA PILIHAN.

Karena kekuatan kosmologis (roh) INDONESIA itu adanya di TANAH JAWA, maka ketika BANGSA JAWA menyandang status sebagai BANGSA PILIHAN, secara otomatis, dengan sendirinya Bangsa INDONESIA adalah BANGSA PILIHAN.

Tiba di titik ini, saya ingin menarik satu kesimpulan bahwa; "Sejatinya kekuatan utama (roh) paslon 2 itu adanya di Pak YAHUDI YAHUDI YAHUDI alias DJAROT SAIFUL HIDAYAT".

Nah, jika BANGSA INDONESIA ingin melakukan "negasi" (menyangkal diri) bukanlah BANGSA PILIHAN, maka tugas utama yang harus dilakukan Paslon 3 beserta tim suksesnya adalah; "berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkan Paslon 2 di putaran kedua Pilkada DKI yang rencananya akan berlangsung pada 19 April 2017, agar dengan demikian "hipothesa" saya gugur total.

Dengan demikian, siapapun Anda warga DKI yang kebetulan membaca artikel ini, dan jika Anda memiliki keinginan agar paslon Ahok-Djarot harus kalah, maka sama saja dengan Anda hendak menyangkal bahwa; "Bangsa JAWA bukanlah BANGSA PILIHAN".

Dengan menggugurkan "hipothesa" saya, maka dengan sendirinya Bangsa Indonesia tidak lagi memiliki hak untuk "mewarisi JANJI TUHAN" yang diberikan kepada "Bangsa YAHUDI" sebagai "BANGSA PILIHAN" dengan segala keistimewaannya.

Semoga catatan ini bermanfaat. Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".

TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (black and white). Amen.

Tidak ada komentar: