Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Sabtu, 11 Februari 2017

DOKTER JUGA MANUSIA: "Jika Salah Memilih Presiden Partai Demokrat Maka Siapkan Saja Peti Mati" (bagian: 7)



Kemarin saya menerbitkan satu artikel yang dengan sengaja mengangkat isu mengenai lambang PD (Partai Demokrat) yang di bagian episentrumnya menyerupai "kabah & peti mati".

Lalu sejumlah sahabat mengirim inbox untuk mencoba menjelaskan bahwa itu bukan kabah atau peti mati, melainkan itu "LUHU".

Hati-hati membaca. Jangan salah baca LUHU menjadi LUGU, berabe nanti.

Jujur saja, saya tidak tahu menerjemahkan LUHU ke dalam Bahasa Indonesia, kecuali hanya bisa menerjemahkannya ke dalam Bahasa Kemak (salah satu bahasa suku di Timor Leste), yang artinya "TAKA". Semoga Anda yang membantu saya menerjemahkan LUHU ke dalam Bahasa Indonesia.

Sementara, sebagai seorang "peneliti bilangan", saya hanya bisa mengatakan bahwa frasa LUHU, jika kita konversikan ke dalam bilangan, berdasarkan sistim konversi "Latin Gematria", ternyata memiliki nilai numerik yang sama dan paralel dengan frasa; DARAH DAUD & KALOHAN, di mana ketiga frasa tersebut di atas, baik LUHU, DARAH DAUD & KALOHAN, sama-sama menghasilkan bilangan "62".

LUHU = 62
KALOHAN = 62
DARAH DAUD = 62

Pertanyaannya kini adalah; "Apakah kesamaan nilai numerik antara DARAH DAUD & KALOHAN, menunjukkan bahwa Companheiro KALOHAN yang saat ini muncul sebagai salah satu kandidat Presiden Timor Leste untuk Pilpres 2017, adalah benar-benar KETURUNAN DAUD?

Jika jawabannya YA, maka itu artinya Companheiro KALOHAN memenuhi salah satu dari 3 kriteria yang dituntut dari "dunia lain" untuk menjadi suksesor menggantikan posisi Maun Bot Fernando La Sama De Araujo sebagai Presiden Partai Demokrat?

Namun jika kesamaan nilai numerik ini hanya sekedar memenuhi; "teori alegori matahari gua Plato", sementara, Companheiro KALOHAN, sejatinya bukan KETURUNAN DAUD, yang berarti leluhur Beliau bukan berasal dari DINASTI KERAJAAN KUDA, maka Anda boleh percaya, boleh tidak, jika Compnheiro KALOHAN akhirnya terpilih sebagai Presiden Partai Demokrat, maka Beliau akan benar-benar meninggalkan dunia fana ini, paling cepat 2017 dan paling lambat 2019. Artinya sebelum kita memasuki tahun 2020, Beliau sudah tidak ada lagi.

Jika demikian, apakah Companheiro KALOHAN tidak akan bersedia menjadi Presiden PD? Kalau tidak bersedia karena tidak yakin sebagai KETURUNAN DAUD, mengapa mau saja dicalonkan oleh PD untuk menjadi Presiden Republik? Bukankah sebelumnya saya sudah memberikan usulan agar sebaiknya PD mendukung saja Kandidat Presiden yang diajukan FRETILIN? Tapi hanya kurang dari 72 jam saya memberikan usulan, PD langsung memunculkan calon sendiri?

Umumnya Presiden Partai lah yang lazimnya diajukan menjadi Calon Kepala Negara. Maka akan menjadi sebuah "anomali politik" yang menggelikan, jika Konggres PD nantinya malah memilih orang yang bukan Calon Presiden Republik.



ANTARA OPINI & PENGETAHUAN

Kita tinggalkan isu di atas, kita beralih ke isu lain mengenai lambang PD.

Umumnya, hampir setiap tulisan yang maknanya sengaja dibuat bersayap, apalagi gambar yang tanpa keterangan (penjelaan) sama sekali, akan senantiasa menyediakan "ruang semantik" bagi banyak orag untuk menafsirkannya secara berbeda-beda antara satu dengan yang lain.

Saya sangat-sangat yakin, jika tidak ada yang menjelaskan kepada masing-masing dari kita, mengenai makna sesungguhnya gambar yang ada di bagian episentrum lambang PD, maka setiap orang yang melihat gembar tersebut, akan membangun teorinya (asumsinya) masing-masing, karena terpapar oleh "dalil" yang dibangun oleh eyang kita "Marcos Aurelio" di bawah ini, yaitu;

"Everything we hear is an opinion, not a fact. Everything we see is a perspective, not the truth = Semua yang kita dengar hanyalah sebuah opini, bukan fakta. Semua yang kita lihat hanyalah sebuah perspektif, namun bukan kebenaran (Marcos Aurelio).

Coba Anda lihat salah satu gambar yang saya lampirkan dalam artikel ini, di mana ada dua orang berdebat, tidak habis-habis, di mana yang satu melihat bahwa jumlah balok ada 3, sementara yang satu lagi melihat bahwa jumlah balok ada 4. Menurut Anda, jumlah balok yang sesungguhnya ada 3 atau 4?

Mengacu kepada dalil eyang Marcos Aurelio di atas, maka kita tidak bisa menyalahkan siapapun, jika kita memiliki opini yang berbeda mengenai lambang PD. Anda boleh saja mengatakan, itu LUHU. Tapi saya menyangkalnya dan mengatakan; itu peti mati atau kabah.



Jika eyang kita Markus Aurelius berkata demikian, maka pertanyaannya adalah; "Di manakah letak kebenaran yang sesungguhnya? Mungkin jawabannya ada dalam dalil yang dibangun oleh eyang Plato di bawah ini;


“Manakah yang sebenarnya berpengaruh dalam membentuk pengetahuan kita? Apakah indra atau akal budi (intelek)?”

Menurut Plato, antara dunia indrawi dengan dunia intelek, terdapat hubungan yang erat.
Cerapan berdasarkan indra, dibutuhkan untuk membentuk pengetahuan kita pada tataran akal budi (forma-forma, kategori).

Jika hanya terbatas pada yang dicerap oleh indra saja, kita tidak dapat mencapai pengetahuan.
Pengetahuan pada tataran indrawi disebut opini (pendapat), sedangkan pada tataran akal budi, disebut pengetahuan. Pengetahuan memiliki posisi lebih tinggi dari opini karena pengetahuan mengandung kemampuan memberikan alasan atau penjelasan tentang apa yang sungguh diketahui, sementara opini tidak.

Jadi pengetahuan yang benar harus sampai pada tataran akal budi (Beoang, Plato: Jalan Menuju Pengetahuan Yang Benar, 1997).
===============================================


ANTARA THE PRINCE dan KERAJAAN KUDA

Tadi siang ada sahabat yang memberikan komentarnya dalam link mengenai "dekrit" yang ditanda-tangani Pesiden Donald Trump tentang membebaskan warga Timor Leste dari kewajiban visa, jika ingin berkunjung ke Amerika Srikat. Sahabat tersebut menyinggung isu KERAJAAN KUDA, yang sudah sejak tahun 2012 saya bahas.

Karena saya lagi tidak memiliki "mood" (suasana hati) yang baik untuk menulis, maka saya hanya munculkan saja gambar "cover" sebuah buku berjudul; THE PRINCE (Sang Pangeran), karya Niccolo Machiavelli.

Antara THE PRINCE & KERAJAAN KUDA, sama-sama memiliki nilai numerik yang menghasilkan bilangan "98".

THE PRINCE = 98
KERAJAAN KUDA = 98

Dengan demikian, maka jika Anda ingin mengetahui lebih detail mengenai KERAJAAN KUDA, mungkin ada baiknya Anda baca saja buku THE PRINCE, jika Anda menemukan buku tersebut.
Dan ingat, bahwa sejatinya, yang saya maksudkan dengan KERAJAAN KUDA, adalah merujuk kepada "nama seorang BANGSAWAN" yang hidup pada masa lalu, yang keturunannya saat ini sedang berada di antara kita.

Mungkin saja saat ini dia sedang berada bersama Anda, hanya saja Anda tidak bisa mengenalinya, karena di mata Anda ada "balok besar". Dan belum waktunya untuk menyingkirkan balok tersebut.
Jika waktunya telah genap, maka TUHAN sendiri lah yang akan mengangkat balok besar itu dari mata Anda.

Ini artinya, jika Anda yang nantinya, dalam Konggres PD mendatang, terpilih menjadi Presiden Partai Demokrat, namun Anda bukanlah seorang THE PRINCE alias KERAJAAN KUDA, maka Anda benar-benar berada dalam resiko tinggi.

Untuk memastikan apakah Leluhur Companheiro KALOHAN adalah benar-benar berasal DINASTI KERAJAAN KUDA atau tidak, caranya sangat sederhana. Coba cek di telapak tangan kanan Anda. Apakah di sana ada tanda lahir (garis tangan) yang membentuk "angka 7 yang menempel dengan bagian bawah tapak kaki?"


Jika tanda tersebut tidak, maka hati-hatilah untuk menduduki kursi keramat Presiden Partai Demokrat.

Saya hanya menunaikan kewajiban saya untuk menerjemahkan "bahasa Langit" guna mengingatkan Anda.

Namun sejatinya, karena hidup ini adalah pilihan, maka silahkan Anda menggunakan kodrat kehendak bebas Anda untuk memilih.

Semoga catatan ini bermanfaat.

TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (hitam & putih). Amin.

BERSAMBUNG;


Catatan Kaki;

Yang akan memenangkan Pilkada DKI adalah; Paslon yang memiliki kode; "Ya-Banana, Ya-Banana, Ya-Banana" (3X)

Tidak ada komentar: