Selamat datang di Blog Darah Daud 303. TUHAN YESUS memberkati kita semua (hitam & putih)

Senin, 20 Februari 2017

ADAKAH SALAH SATU MUSUH BASUKI YANG MEMILIKI SIMBOL KOTA JAKARTA DI TELAPAK TANGAN KANANNYA?


"Keterlibatan Indonesia-Amerika atas sejarah Timor-Timur yang berlumuran darah dikarenakan NKRI adalah sebuah perdebatan yang belum final"

Hari ini 20 Februari 2017, adalah genap 23 tahun, TUHAN memberkati programku; CATUR MOBILISASI.

Tepatnya TUHAN memberkati CATUR MOBILISASI pada Minggu dini hari, 20 Februari 1994, di Bukit Sio(n), Gunung Ramelau Timor-Timur, yang merupakan gunung tertinggi di daratan Timor, yang di puncaknya berdiri kokoh simbol wanita suci berdarah YAHUDI (Perawan Maria yang dikandung tanpa noda/Anda bisa lihat fotonya dalam artikel ini).

Nah, dalam rangka mengenang genap 23 tahun usia pemberkatan CATUR MOBILISASI, maka dengan segala kerendahan hati, saya mengajukan pertanyaan krusial berikut ini;


"Adakah salah satu musuh BASUKI yang memiliki simbol-simbol Kota Jakarta yang diukir TUHAN di telapak tangan kanannya?" 

Jika ada musuh BASUKI yang merasa bahwa TUHAN Yang Maha Kuasa dan Maha mengetahui segala rahasia, telah mengukir simbol-simbol Kota Jakarta di telapak tangan kanannya, maka itu artnya orang tersebut adalah benar-benar "keturunan" PAW (Prabu Angka Wijaya). Yang saya maksudkan dengan "PAW" di sini, merujuk kepada "Prabu Brawijaya V". Karena nama lain dari Brawijaya V adalah "Angka-Wijaya" alias Ongko-Wijoyo.

Jika orang tersebut benar-benar ada, maka sudah tentu, TUHAN Yang Maha mengetahui segala rahasia telah mengenalkan kepadanya "Anak Domba Nusantara" yang "dipilih TUHAN".
Maka orang tersebut, siapapun dia, apapun agamanya, wajib hukumnya, harus menyerahkan "Anak Domba Nusantara" yang dipilih TUHAN guna memunculkan "Identitas Nusantara" yang asli.

Karena berdasarkan "sabda TUHAN" yang saya terima dari Sang Pencipta alam semesta ini, pada Minggu dini hari, 20 Februari 1994, di Bukit Sio(n) Gunung Ramelau Timor-Timur, bahwa;




"Keterlibatan Indonesia-Amerika atas sejarah Timor-Timur yang berlumuran darah dikarenakan NKRI adalah sebuah perdebatan yang belum final".


Dan karena sayalah yang menerima "Sabda TUHAN" tersebut, maka secara iman, secara moral maupun secara kosmis, saya wajib bersaksi, menyampaikan Firman TUHAN kepada "dunia".

Jika tidak ada satupun musuh BASUKI yang merasa bahwa TUHAN Yang Maha Kuasa dan Maha mengetahui segala rahasia, telah mengukir simbol-simbol Kota Jakarta di telapak tangan kanannya, maka pertanyaan saya adalah; "Mengapa Anda sekalian begitu memusuhi seorang BASUKI dan berhak menghakiminya?"


MENGHUJAT KARYA ROH KUDUS ITU DOSA KEKAL

Jika alasannya karena seorang BASUKI menista salah satu ayat suci dalam Al'Quran, maka pertanyaannya adalah; "Apakah ayat suci yang dinistakan itu menjadi batal di mata TUHAN?"
Karena menurutku, sebuah ayat, mau tertulis di Kitab Suci agama manapun, baru akan disebut "ayat suci", jika ayat itu memang benar-benar berasal dari "Sabda TUHAN". Bukan sabda manusia.

Dan atas alasan itu maka ayat suci tersebut memiliki otoritas kesucian karena benar-benar "KARYA ROH KUDUS". Bukan karya manusia. Dan itu artinya tidak ada satu manusiapun yang memiliki kuasa membatalkan kesucian ayat tersebut.

Atas dasar itu, maka hukumnya adalah;

Jika ayat itu menjadi suci karena sumbernya berasal dari "Sabda TUHAN" alias karena "Karya ROH KUDUS", maka jangankan satu orang BASUKI, biar seribu BASUKI sekalipun yang mencoba menista ayat suci tersebut, kesucian ayat tersebut tidak akan batal di mata TUHAN, sekali lagi, karena sumber kesucian ayat tersebut akarnya ada pada "Sabda TUHAN Yang Mahakudus". Bukan terletak pada sabda manusia, apalagi sabda seorang BASUKI.

Dan ingat..I Yang namanya menistakan ayat suci, sama saja dengan "menghujat ROH KUDUS". Dan tindakan menghujat ROH KUDUS itu, adalah "dosa kekal". Dosa yang tidak akan diampuni selama-lamanya, baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang .
Coba simak Sabda KRISTUS dalam Injil Markus berikut ini;

============================================
"AKU berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat ROH KUDUS, ia tidak akan mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal" (Injil St. Markus; 3: 28-29).
============================================

Dengan demikian, maka seharusnya kita tidak usah memusuhi dan membenci seorang BASUKI. Tapi sebaliknya, kita justeru harus "merasa kasihan" pada orang itu karena jika ucapannya benar-benar memiliki niat yang sungguh-sungguh dari hatinya yang paling dalam, untuk menistakan salah satu ayat suci dalam Al'Quran, maka dia sadar atau tidak, dia telah mendatangkan "dosa kekal bagi dirinya sendiri.

Maka haruskah seorang BASUKI dihakimi? Sementara dia telah dan sedang mencoba menimbun bara api di atas kepalanya sendiri dan akan tiba saatnya seluruh tubuhnya terbakar dalam api abadi (neraka). Untuk itu biarlah TUHAN yang berkuasa secara absolut menghakimi seorang BASUKI.



SAYA DIPANGGIL KARENA MATI-MATIAN MEMPERTAHANKAN KATA "CATUR". BUKAN KARENA SAYA ORANG SUCI 

Ingat...!!! Saya bukan nabi, bukan orang suci, bukan rohaniawan, bukan teolog, bukan ahli kitab suci, bukan peramal, bukan paranormal, bukan dukun, bukan ahli tenung, bukan cenayang, bukan okulist dan sejenisnya. Saya hanya seorang "mistikus".

Sebagai seorang "mistikus" saya hanya sebatas menunaikan kewajibanku untuk harus bersaksi, menyampaikan Firman TUHAN.

Alasan TUHAN mengutus dua Malaikat-Nya memanggilku datang ke Bukit Sio(n), di bulan Februari 1994, bukan karena saya orang suci, melainkan karena TUHAN berkenan memberkati CATUR MOBILISASI, setelah berbulan-bulan saya menggadaikan nyawa saya mempertahankan nama CATUR MOBILISASI dengan menolak usulan fihak Militer untuk merubah nama CATUR MOBILISASI menjadi PANCA MOBILISASI (sebagaimana telah saya kisahkan berkali-kali melalui sejumlah artikel sebelumnya, yang dimulai semenjak tahun 2009).

Dan ternyata jika frasa CATUR dikonversikan ke dalam bilangan dengan menggunakan sistim konversi Latin Gematria, antara frasa CATUR dan BASUKI, sama-sama menghasilkan nilai numerik; 63.

CATUR = 63
BASUKI = 63


Karena itulah, sekali lagi, dalam rangka mengenang genap 23 tahun "usia pemberkatan CATUR MOBILISASI", demi "kebesaran ID(entitas) NUSANTARA (Indonesia + Timor Leste), saya mengajukan pertanyaan krusial di atas, yang hanya ditujukan secara khusus kepada musuh BASUKI. Bukan ditujukan kepada mereka yang tidak memusuhi seorang BASUKI.

Maka silahkan saja, siapa pun dia orangnya, apa pun agamanya, yang merasa bahwa BASUKI adalah "musuh besar Anda", silahkan acungkan saja "jari telunjuk" Anda ke atas langit bahwa TUHAN Yang Maha mengetahui segala rahasia di alam semesta ini, telah mengukir simbol-simbol Jakarta di "telapak tangan kanan Anda".

=====================================================================
YESUS bersabda; "Jika kamu mengeluarkan apa yang ada di dalam hatimu, maka yang kamu keluarkan itu akan menyelamatkan kamu. Namun jika kamu tidak mengeluarkan apa yang ada di dalam hatimu, maka yang tidak kamu keluarkan itu akan menghancurkan kamu" (Thomas, Logion 70).
=====================================================================


Saya ingin mengakhiri catatan ini dengan mengatakan;

"Yang akan menyelamatkan kita untuk masuk Surga adalah TUHAN, tapi bukan agama. Masuk Surga atau tidak, tergantung kepada ketetapan TUHAN, bukan tergantung kepada agama". 

Dan sebagai seorang nasrani, saya ingin sekali bersaksi bahwa;


"Walau banyak nabi namun hanya ada satu JURU SELAMAT, yaitu; KRISTUS YESUS, yang akan kembali pada akhir jaman sebagai HAKIM AGUNG untuk menghakimi seluruh umat manusia, tanpa pandang bulu, pilih muka, apalagi pilih agama". 

=================================================================
"Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak" (Injil Santo Yohanes; 5:22).
=================================================================

Semoga catatan ini bermanfaat.
Salam "Dua Hati" dari "Bukit Sulaiman".

TUHAN YESUS memberkati,
Bunda Maria merestui,
Santo Yosef melindungi kita semua (black and white). Amen.

Tidak ada komentar: